Doa

,
kusebut asmaMu
dalam derai pilu
menujum airmata
menutup semua terbata

kusebut asmaMu
dalam gerai rindu
menutup segala asa
bersujud menahan usia

kusebut namaMu
sebagai perihal hidup
memintal remuk hati
menyuluh menunggu mati

lalu
aku malu padaMu

Puisi Karya
Nama: Kurliadi
Nama Pena: En Kurliadi Nf
Lokasi: Sumenep - Jawa Timur
Web/Blog: En Kurliadi Nf
Baca Selengkapnya Puisi - Doa

Membatu

,
terlalu manis yang kukenang
hingga pahit yang terasa sekarang
sakit ini menusuk ke hati
menyayat hingga ke sanubari

sejenak kau beri bahagia tak bertepi
hingga tak mampu kupungkiri
bahwa kutlah cinta mati
cinta yang mampu menembus dimensi

tapi, sebelum kudapati cinta itu
kau lebih dulu membatu
diam... keras... berlaku tak tentu
dan semua itu buat kulayu

kulepas semua rasa
di keheningan yang memaksa
cinta... benci... tak lagi menghantui
namun sakit belum terobati

mungkin tak ada...
dan tak kan pernah ada...
penawar bagiku
yang tlah terpuruk layu
karenamu yang membatu

Puisi Karya
Nama: Arvina Dewi Br Surbakti
Nama Pena: Vina
Lokasi: Binjai - Sumatera Utara
Web/Blog: Arvina-Dewi
Baca Selengkapnya Puisi - Membatu

Menanti Waktu

,
sejauh mata memandang
hanya gelap yang terasa memanjang
semakin lama kuterbayang
semakin kumerasa bimbang

di mana ceriaku dulu?
kemana kini bahagiaku?
wajah berlipat penuh pedih
hati merintih menahan perih

hari-hari berlalu tanpa kesan
tak ada waktu yang menyimpan pesan
semua lewat tanpa sapaan
tinggallah daku meratapi kehidupan

pedih... ya sungguh pedih
emosi kadang menggrogoti
membuat darahku mendidih
entah apa yang buatku begini...!!!

tanggal demi tanggal pun berlulu
bulan pun tak kuingat tentu
ntah apa yang dia tunggu...!
mengapa tuhan belum memanggilku...???!

Puisi Karya
Nama: Arvina Dewi Br Surbakti
Nama Pena: Vina
Lokasi: Binjai - Sumatera Utara
Web/Blog: Arvina-Dewi
Baca Selengkapnya Puisi - Menanti Waktu

Cioppino

,
lagu apakah yang kau mainkan sehingga suara piano begitu cioppino. iramanya lamalama membawaku ke tepian pantai di mana kerangkerang bercangkang kuning diamdiam membuka diamdiam menutup. seperti kau yang kadang mengisyaratkan ingin kukecup tetapi ketika kusiap kau mengucap tidak.

merah sungguh aku dibuat olehmu kala itu. seperti udang yang dimasak dengan minyak panas lalu serupa ikan kakap di mana daging begitu rapuh, luluh dimakan oleh kehendak kau.

semangkuk cioppino lantas kau bawakan selepas bermain piano. dan kulihat ada rimahrimah kisah kita yang dulu rumah. sambil berkata, 'maukah kau membangun masa lalu
di masa kini?' ucap kau seperti remah cabai yang menggapai ujung hidungku.

"atas segala masa buruk
haruskah membuat kita merunduk
tunduk hilang bangkit?"

2012

Puisi Karya
Nama: Usup Supriyadi
Lokasi: Bogor - Jawa Barat
Web/Blog: Usup Supriyadi
Baca Selengkapnya Puisi - Cioppino

Bukan Dia

,
Bukan dia
Tapi kau

Yang selalu hadir dalam mimpiku
Menemani tidur lelapku

Membuatku tersenyum
Meski dalam mimpi
Indah

28 April 2012

Puisi Karya
Nama: Fikri
Nama Pena: Fikri Si Pemimpi
Lokasi: Kediri - Jawa Timur
Web/Blog: Karya Fikri
Baca Selengkapnya Puisi - Bukan Dia