Rindu Akan Seseorang yang Ditinggal - Jejak Puisi
Berita terbaru
Loading...

Rindu Akan Seseorang yang Ditinggal


JejakPuisi - Terkadang hidup itu perlu di renungi dan artikan, mungkin 2 contoh puisi dibawah ini dapat menginspirasi kamu. Puisi ini menceritakan Rindu akan kekasih yang semoga menjadi istrinya dan Rindu terhadap anak kecil/murid yang telah tiada.

RINDU SETINGGI SENJA 


Keindahan itu terbayang
Keindahan masa depan yang menenangkan.
Sejenak kurasakan sejuk udara yang kuhirup.
Dengan iringan cintamu yang semakin hidup.
Kekasihku
Meski hanya suara dan pesan singkatmu yang menemani.
Itu sudah cukup membuat keyakinanku terus bersemi.
Mantapkanlah hatimu kasih.
Raih cita-citamu setinggi ilmu Nabi.
Tenanglah
Aku sangat yakin rasa sabarku ini lebih besar daripada waktuku untuk menunggumu.
Biarlah dulu rinduku membara dalam dada.
Biarlah dulu cinta kutertahan di jiwa.
Sungguh aku sangat ikhlas menjalaninya.
Semakina kuRindu, semakin aku berdo'a untuk kebaikanmu.
Ya Robb, maafkanlah jika apa yang aku lakukan ini salah.
Aku memang hamba yang sangat lemah.
Aku begitu mencintainya
Dia yang apabila aku menutup mata aku masih melihatnya.
Dia yang apabila di dalam mimpi dengannya aku bertemu aku masih merasa malu.
Dia yang hanya dengan menyebutnamanya bergetarlah jiwaku.
Dia yang hanya dengan melihat fotonya serasa aku telah mencium wangi surga.
Dia Calon istriku yang masih jauh ada di kampung melayu.
I Love You.

PUISI UNTUK ADIK KECIL


Untukmu yang semoga dicintai Allah dan Rosulnya.
Semoga
Dalam perjalanan menitut ilmu yang harus terhenti itu, kau mendapat ketenangan di sana.
Untukmu yang sebetulnya padamu aku punya sepenuhnya rasa cinta
Semoga
Engkau menutup mata membawa ketenangan dalam limpahan do'a-do'a.
Untukmu yang harus lulus dari cobaan dunia ketika mulai menginjak masa remaja.
Semoga
Keindahan surga akan menjadi pengganti remajamu di dunia.
Untukmu, gadis kecil ceria yang malu-malu ketika bertanya.
Semoga
Akhir nafasmu bisa menjadi awal bahagiamu.
Yang mengharapkan generasi sepertimu
Aku, Gurumu
Yang masih berjuang di pelataran dunia yang semu.
Menangis hati ini mengenangmu
Mengenang keluguanmu
Mengenang tulus yang senantiasa tergambar di matamu
Rapuh jiwa ini mendengar kisahmu
Merasa diri tak bersyukur setelah mengetahui jejak hidupmu
Sakit rasanya membayangkan menjadi dirimu
Di balik senyum-senyum simpulmu waktu dulu
Kau menyimpan duka yang teramat pedih
Di balik tatapanmu yang nanar Kau menyimpan kekosongan yang teramat dalam adik kecilku
Kemarin aku berduka karna kepergianmu
Kini
Ku semakin berduka karna mengetahui cerita hidupmu
Ku hanya mampu berdo'a Semoga di alam sana
Di alam Barzah yang sekarang kau sedang berada
Kau mendapat limpahan Rahmat Kau mendapat limpahan Maghfiroh
Sehingga tidurmu nyaman
Sehingga tidurmu tenang
Semoga Bumi pun menepati janjinya pada ilahi
Semasa ia hendak di cipta menjadi manusia
Bahwasannya ia akan memberi tempat yang lapang bagi orang-orang yang dicintai Allah.
Sehingga kau tak pernah merasa sempit
Karena Bumi yang menghimpit Allahummaghfirlaki, warhamki, wa'fuanki, waj'alil jannata matswaki. 

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Ingin mengirimkan tulisan kamu di jejakpuisi.com? Hubungin email fawaz.ajja@gmail.com
Done